FAJAR, WATANSOPPENG-Awal-awal 100 hari pemerintahan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng bersama wakilnya, Selle KS Dalle membenahi manajemen RSUD Latemmamala. Masalah yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah antrean obat di apotek.
Salah seorang keluarga pasien, Ani, kepada Fajar menuturkan, pernah antre di depan apotek RSUD dari pagi sampai sore.
“Saat itu, Mama saya mengalami kelainan jantung. Harusnya segera mendapat pertolongan obat. Sejak pagi sudah kubawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa, saya pun pergi antre obat. Hampir sore baru dapat giliran,” kata Ani, Rabu, 2 April 2025.
Apa yang dialami Ani itu juga dikeluhkan oleh banyak keluarga pasien lainnya. Itu terjadi sebelum Ramadan 1446 H.
Mendengar keluhan tersebut, bupati bersama wakilnya langsung menyambangi rumah sakit tersebut. Bupati langsung mengambil solusi.
“Beberapa hal yang menjadi penekanan Bapak Bupati kepada manajemen rumah sakit untuk segera diatasi, di antaranya kekurangan obat, antrean di poli, dan antrean di apotek,” kata Kepala Bagian Perencanaan Rumah Sakit Umum Daerah Soppeng, Amrullah. J. Palla.
Lebih kanjut dijelaskan, bahwa manajemen rumah sakit sudah melakukan langkah-langkah untuk menindaklanjutinya. Pihaknya segera melakukan perencanaan dan pengadaan obat demi menjaga kesinambungan stok obat.
Saat ini sebagian besar obat yang tadinya kosong sudah tersedia. Untuk antrean poli saat pendaftaran sudah diantisipaai dengan menambah loket pendaftaran dan penerapan Elektronik Rekam Medis (ERM).
“Selanjutnya, untuk antrean apotek diantisipasi dengan memperbanyak loket penerimaan dan penyerahan obat di apotek rawat jalan yang didukung dengan SDM yang cukup serta penerapan resep elektronik (e-resep) melalui aplikasi SIMRS,” kata Amrullah.
“Kami memang mengedepankan hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Termasuk kesejahteraan mereka,” kata Bupati, H.Suwardi Haseng di sela Open House, Rujab Bupati, Senin malam, 31 Maret 2025. (bas).