English English Indonesian Indonesian
oleh

Ketua GPEI Sulselbar Sebut Sentimen Geopolitik dan Krisis Negara Maju Ganggu Kinerja Ekspor Sulsel

FAJAR, MAKASSAR — Meski menunjukkan tren yang positif diawal tahun, namun kinerja ekspor Sulsel masih menghadapi beberapa tantangan besar.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulselbar, Arief R Pabettingi menuturkan, bahwa memang tren ekspor saat ini menunjukkan hal yang positif. Namun itu tidak serta merta menjadi kabar baik pagi para pelaku usaha ekspor.

Sebab ia melihat bahwa masih ada beberapa yang berpotensi menganggu dan menjadi tantangan untuk geliat ekspor saat ini.

“Tantangan yang dimaksud yakni sentimen geopolitik antar negara serta fenomena krisisnya negara maju menjadi ancaman besar yang akan mengganggu stabilitas perdagangan ekspor,” ucapnya, Sabtu, 9 Maret 2024.

Lebih lanjut ia mengatakan, riak-riak tersebut akan membuat siklus perdagangan terhambat. Apalagi tidak hanya melibatkan dua negara. Tentu jalur perdagangan akan sangat terganggu dan produk akan lama sampai negara tujuan.

“Jadi seperti konflik Timur Tengah antara Israel, Palestina, Yaman serta negara lain membuat kapal pengangkut menuju negara tujuan Eropa menghindar dan mencari jalur lain,” katanya.

Kemudian kata dia, adanya krisis negara maju tentu akan berpengaruh pada lonjakan produk negara, khususnya bagi negara berkembang.

“Keduanya ini menjadi poin penting yang memengaruhi ekspor,” tuturnya.

Diketahui, berdasar data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulsel pada Januari kemarin tercatat mencapai USD186,49 juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,28 persen bila dibandingkan nilai ekspor Desember 2023 yang mencapai USD167,59 juta.

News Feed