English English Indonesian Indonesian
oleh

Maperwa UNM Rebut Tiga Medali Emas dalam Abdidaya Ormawa Kemendikbudristek

Tidak hanya itu, tim juga merancang dua mesin pertama pembakaran untuk membuat paving block dari sampah plastik. Kedua, mesin pengolah bongkol jagung, bunga lontar jantan, dan tempurung kelapa yang kemudian dijadikan sebagai briket.

“Alhamdulillah, program ini mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat dan pemerintah setempat,” pungkasnya.

Mengapresiasi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jeneponto, Mernawati mengungkapkan, dirinya sangat bangga atas kerja-kerja dari mahasiswa, sehingga menghasil produk yang berkualitas internasional.

“Saya dengar hasil uji lab, briket yang dihasil tersebut bernilai internasional dan sangat layak dijadikan sebagai produk ekspor di Jeneponto,” terangnya.

Mernawati memaparkan, sebagai bentuk tindak lanjut dan pengembangan kualitas e-TB Tarowang, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bea Cukai Sulsel untuk menguji kualitas briket yang diproduksi oleh masyarakat Desa Tarowang, menjadikan Desa Tarowang sebagai pilot project untuk persiapan industri briket kelas internasional, serta memasukkan Desa Tarowang sebagai kampung kompeten 2024 dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang mampu meningkatkan kualitas dan siap menjadi skala industri.

Abdidaya Ormawa tahun ini diikuti ribuan Ormawa. Tercatat 608 proposal yang dinyatakan lolos pendanaan, hanya saja setelah melalui presentasi kemajuan dan monev oleh Belmawa Kemendikbudristek ditetap 160 tim yang lolos final Abdidaya Ormawa dari 79 perguruan tinggi di Universitas Jember sebagai tuan rumah yang dilaksanakan pada 7-9 Desember 2023.

News Feed