English English Indonesian Indonesian
oleh

Refleksi Pembangunan Kemandirian Lokal ala Sulsel

Oleh: Marsuki
(Guru Besar FEB Unhas dan Komisaris Independeng BSSB)

FAJAR, MAKASSAR — Tulisan sebelumnya menjelaskan bahwa di Sulsel ada satu model kebijakan pembangunan ekonomi yang disebut dengan “Kemandirian Lokal”.

Sudah dideklarasi dan berusaha terus dilaksanakan Pemda sejak beberapa periode sebelumnya hingga kini, tetapi hasilnya belum sesuai harapan, sebab banyak faktor penyebabnya.

Sejak transisi kepemimpinan ke Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel saat ini, Pemprov. bersama pihak terkait strategis lain kembali berusaha menggaungkan sekaligus melaksanakan model pembangunan ekonomi Kemandirian Lokal a la Sulsel.

Di antaranya melalui program mendorong budaya dan berusaha menanam pisang Cavendish (pisang Ambon putih) di beberapa daerah potensial, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat umumnya maupun untuk bisnis kebutuhan ekspor. Sehingga diasumsi program tersebut akan bermanfaat memajukan perekonomian Sulsel kedepan secara merata.

Pada pertemuan Forum Diskusi bersama Pj. Gubernur Sulsel dengan Forum CSR Sulsel beberapa waktu lalu telah dijelasakn cukup komprehensip mengenai program dan mekanisme kerja pengembangan budi daya pisang Cavendish di Sulsel dengan melibatkan para pihak strategis terkait.

Dihadiri pengusaha yang berperan sebagai penjamin atau off-taker dalam proses produksi dan terutama pemasaran. Juga dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pihak yang mendukung kelancaran sumber pembiayaan dari sektor perbankan, utamanya, melalui pemanfaatan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) subsidi pemerintah.

News Feed