English English Indonesian Indonesian
oleh

Rayakan HAN dan HPI, Bunda Pustaka SDN Borong Bikin Workshop Pembacaan Puisi

Disampaikan, sebelum membaca puisi, kita mesti melakukan olah vokal dan olah tubuh. Perempuan yang akrab disapa Kak Ita, dan aktif di Komunitas Puisi (KoPi) Makassar itu, lalu mencontohkan teknik olah vokal.

Dia juga mengajak anak-anak mencoba, bagaimana memproduksi suara lewat leher, dada, dan perut. Anak-anak bergantian mengacungkan tangannya, mau mencoba apa yang diajarkan Kak Ita. 

Saat membaca puisi, jelas Kak Ita, perlu pula memperhatikan mimik dan gestur tubuh. Mimik ini akan menggambarkan ekspresi si pembaca puisi. Pesannya, jangan takut terlihat jelek dengan mimik kita saat membaca puisi. Karena, menurutnya, justru di situlah keindahan dan jiwa dari puisi dihadirkan.

Andi Aisyah Ramadhani, kemudian mengajukan pertanyaan. Murid kelas 4 itu bertanya, “Bagaimana agar kita bisa menghayati puisi yang dibaca?”.

Kak Ita menjawab, puisi itu perlu dibaca berulang-ulang, pahami larik demi larik, juga keseluruhan puisinya. 

Bunda Rahmat, yang ikut dalam workshop ini, juga bertanya, bagaimana agar kita percaya diri saat tampil membaca puisi di hadapan banyak orang. 

Kak Ita mengatakan, perasaan nervous atau grogi dan gugup itu manusiawi. Namun, kita mesti tetap berusaha tenang. Caranya, tarik napas lewat hidung lalu keluarkan melalui mulut. Itu dilakukan berulang-ulang, sampai kita merasa nyaman.

Cara berikutnya, saat berada di panggung atau di depan banyak orang, posisi kaki kita jangan rapat tapi agak membuka. Ini tujuannya agar kalau lutut gemetaran, tidak terlalu terlihat. Dia lalu memberi tips.

News Feed