English English Indonesian Indonesian
oleh

Di Bawah Arahan Joop Gall, Performa PSM Masih Meragukan

FAJAR, MAKASSAR — Performa PSM Makassar dinilai justru semakin menurun di putaran kedua Liga 1 musim 2021/2022. Pergantian pelatih dan perombakan pemain ternyata tidak menjamin perubahan signifikan.

Dalam tiga laga awal putaran kedua ini, Pasukan Ramang sudah kehilangan lima poin, dan hanya mengumpulkan empat poin saja. Bahkan dari segi kualitas permainan, PSM masih inkonisistensi.

Menang di laga pembuka lawan Madura United lewat gol penalti. Kemudian tumbang 2-1 dari Persebaya, dan baru saja ditahan imbang tim papan bawah, Persik Kediri. Secara permainan, kualitas mereka kalah jauh

Yang terbaru, keputusan Joop Gall memainkan skema 4-3-3 di laga kontra Persik Kediri pada pekan ke-20 Liga 1 menuai banyak kritikan. Skema ini dinila gagal, karena sejumlah pemain justru terlihat kurang maksimal saat berlaga, dan tidak berjalan sesuai formasi idealnya.

Ferdinand Sinaga contohnya. Dia dinilai kesulitan di depan sehingga harus liar ke beberapa posisi. Begitu juga dengan Anco Jansen. Saat mendapat bola, legiun Belanda itu justru lebih senang memegang bola dalam waktu lama ketimbang membuka ruang dengan memindahkan bola ke kaki rekannya.

Pengamat sepak bola Syamsuddin Umar menilai, PSM kelihatan sulit melakukan double attamp. Serangannya cenderung putus. Jika sekali serangan gagal, maka tidak ada serangan kedua yang mengurung lawan.

Padahal, kata Syamsuddin, kunci untuk mencetak gol hanya dengan menyerang. Kalau gagal, harus ada pemain lain yang gerak cepat melakukan cover..Kemudian serangan harus bergelombang. Kadang kadang disuport oleh pertahanan,  kadang juga oleh gelandang, agar serangan terus mengalir.

News Feed