Hal yang sama diungkap Dg Naba (32), warga Kelurahan Mangadu Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar ini juga mengambil KUR di 2022 untuk usaha jual ikan dan usaha pertanian. Penjual ikan di beberapa pasar tradisional Takalar ini mengaku mengambil KUR Rp25 juta. Ia tertarik, selain bunga yang rendah, juga karena angsuran yang terjangkau.
“ Dana KUR ini sangat membantu bagi saya. Banyak kegunaannya mulai dari hal-hal kecil. Hasilnya, saya bisa bangun rumah sedikit demi sedikit sampai selesai, membiayai keluarga dan bisa bayar cicilan yang lain,” jelas ayah dua anak ini.
Sekadar diketahui, PT BRI Regional Office (RO) Makassar sudah menyalurkan KUR sebanyak Rp1,716 triliun selama Januari- Februari 2025. Itu tersebar di wilayah cakupan RO Makassar yakni; Sulsel, Sulbar, Sultra dan Maluku. Namun, penyaluran tersebut terbilang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama yang mencapai Rp1,741 triliun.
Regional Mikro Banking Head RO Makassar Iwan Supriyanto menuturkan, tahun ini pihaknya menarget penyaluran KUR di angka Rp15,6 triliun. Khusus di Sulsel ditargetkan Rp10,2 triliun. KUR tersebut disiapkan terbanyak untuk sektor pertanian sebesar 59,1 persen. Meliputi modal pertanian, nelayan dan sektor perkebunan.
“BRI akan selalu hadir untuk mendukung program pemerintah dengan memberikan kredit. Termasuk KUR untuk sektor-sektor ekonomi produktif dan unggulan,” ujar Iwan. (lin)