English English Indonesian Indonesian
oleh

Danantara dan Pertumbuhan Delapan Persen

Hal yang berbeda dilakukan oleh Temasek Holdings, Singapura yang mayoritas berinvestasi jangka panjang pada sektor telekomunikasi, teknologi seperti Ali Baba, DBS holding group, Singapore Airline, dan lainnya. Mayoritas investasi Temasek Holding, Singapura berkaitan dengan kegiatan bisnis di negara-negara maju.

Lalu bagaimana strategi BPI Danantara untuk berperan sebagai agent of development tetapi di sisi lain harus mampu melakukan leveraging terhadap deviden BUMN yang dikelola? Bagaimana superholding Danantara berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi delapan persen tahun 2027, seperti yang diinginkan oleh pemerintahan Prabowo?

Pembentukan BPI Danantara seharusnya diarahkan untuk menjadi sumber pembiayaan investasi pemerintah pada proyek-proyek strategis nasional dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi 6,8 persen tahun 2025, 7,8 persen tahun 2026, 8,3 persen tahun 2027, 8,0 persen tahun 2028 dan 7,8 persen tahun 2029 (Kementerian Investasi/ Hilirisasi, 2024).

Dimana untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 – 8 persen selama periode 2025- 2029 dibutuhkan investasi sebesar 13.528 trilyun rupiah. Sedikit lebih rendah dibandingkan dengan asset BPI Danantara yang mencapai 14.670 ribu triliun rupiah.

Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke level 6,8 persen tahun 2025 dibutuhkan investasi sekitar 1.906 triliun rupiah. Saat ini, BPI Danantara hanya memiliki dana awal investasi sekitar 325 triliun rupiah. Selisihnya masih sangat besar, yaitu 1.580 triliun rupiah.

BPI Danantara akan beroperasi sama seperti gabungan antara Temasek Holdings, Singapura dan 1MBD, yaitu mengalokasikan dana investasi pada sektor strategis dan sekaligus membangun kerjasama dengan investor lain dari berbagai negara.

News Feed