English English Indonesian Indonesian
oleh

Terbungkamkah?

OLEH: Nurul Ilmi Idrus

Teori kelompok yang terbungkam (muted group theory, MGT) adalah gagasan dasar, yang diutarakan oleh antropolog Ardener dan Ardener (1975), bahwa dalam setiap masyarakat terdapat kelompok-kelompok budaya yang secara tradisional dibungkam. Mereka kurang diberi akses dibandingkan anggota kelompok dominan terhadap wacana publik dan agar keprihatinan individu dan komunitas mereka didengar. MGT diperluas ke dalam aplikasi dunia nyata, termasuk media massa dan politik, dan ini dikritik oleh ahli teori lain yang mengevaluasi perbedaan gaya komunikasi antara kelompok dominan dan kelompok subordinat, seperti yang terlihat pada situasi menjelang dan setelah Pilpres 2024 berlangsung.

Jelang Pilpres, kita dipertontonkan bagaimana survei yang disajikan di berbagai media, baik di dunia maya maupun dunia nyata yang menunjukkan bahwa Prabowo-Gibran adalah pasangan calon (paslon) yang akan menang. Setelah pencoblosan, data ini disinkronkan dengan hasil quick count yang mengindikasikan hasil yang relatif serupa, sementara paslon Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud berada pada urutan selanjutnya. Campur tangan Jokowi dan antek-anteknya sebagai pihak yang dominan dalam menunjukkan kekuasaan, sementara rakyat yang mengalami kesewenang-wenangan sebagai pihak yang subordinat, setelah Jokowi gagal memperpanjang masa jabatan dan penundaan Pemilu ditolak dengan mengajukan anaknya sebagai wakil presiden. Namun, Jokowi lupa, bahwa jikapun paslon Prabowo-Gibran memenangkan pertarungan menuju kursi RI-I, maka presidennya adalah Prabowo, dan ia yang memiliki kuasa. Meskipun Gibran merupakan pasangan Prabowo, setelah penetapan Jokowi tidak lagi memiliki kewenangan, apalagi kewenangan untuk mengatur presiden yang baru.

News Feed