English English Indonesian Indonesian
oleh

Zulkarnain Nasution: Meraih Haji Mabrur dengan Peningkatan Kualitas Diri

FAJAR, MAKKAH– Meraih haji mabrur tentunya menjadi impian tiap muslim yang melaksanakan ibadah haji. Mabrur merupakan pencapaian yang diharapkan terwujud seusai rampungnya seluruh pelaksanaan rukun hingga syarat wajib haji dipenuhi.

Pelaksanaan haji sendiri terbagi atas tiga kategori, yaitu haji tamattu merupakan pelaksanaan haji yang dimulai dengan niat dan melaksanakan umrah terlebih dahulu, sementara haji ifrad merupakan pelaksanaan haji terlebih dahulu kemudian umrah, dan haji qiran merupakan pelaksanaan haji dan umrah yang digabung sekaligus. Yang tentunya ketiga jenis haji ini dimulai dengan niat yang dilafadzkan yang sama-sama mengharapkan terwujudnya haji yang mabrur.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) Makkah, Zulkarnain Nasution menjelaskan bahwa, Haji mabrur adalah hajinya orang yang tidak melakukan kemaksiatan baik selama pelaksanaan haji maupun setelahnya.

“Ini menurut al-Hasan, haji mabrur adalah hajinya orang yang kembali ke tanah air dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan cinta kepada akhirat sesuai dalam riwayat hadis, an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim,” paparnya, Senin, 10 Juli.

Disebutkan sesuai dalam hadis bahwa, haji mabrur salah satunya terlihat dengan adanya peningkatan kualitas diri. Katanya inilah yang menjadikan haji sesorang dapat dikatakan mabrur, dimana ini menjadi tanda haji yang diterima atau maqbul.

“Ada peningkatan kualitas diri, adalah ketika jemaah haji pulang ke tanah air, lebih baik dari sebelumnya dan tidak lagi mengulangi perbuatan maksiat,” ungkapnya.

News Feed