English English Indonesian Indonesian
oleh

Melihat Lebih Dekat Bangunan Usia 116 Tahun, Miliki Banyak Barang Antik, Ada Pantangannya!

MAKASSAR, FAJAR—Arsitektur klasik sangat terasa kala pertama kali menyaksikan bangunan ini dari luar. Ornamen Belada zaman dahulu masih dominan.

Ciri utama jendela menggunakan model melengkung di bagian atas, yang menjadi karakteristik umum bangunan peninggalan Belanda di Makassar. Sebagian jendela itu juga masih berdaun pintu kayu zaman dahulu.

Di bagian depan, ukiran atau profil di tiang-tiang penyangga menggambarkan nuansa arsitektur Eropa era Abad XIX. Meski pernah mendapat sentuhan renovasi, desain utama bangunan itu masih terjaga. Atapnya masih mengikuti model awal, menggunakan genteng.

Kini, bangunan itu dijadikan Museum Kota Makassar. Bangunan ini menyimpan berbagai informasi sejarah mengenai awal terbentuknya Kota Makassar, penjajahan Belanda, dan budaya masyarakat pada zaman dahulu.

Museum ini terletak di Jalan Balai Kota No. 11 A, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Telah berdiri sejak 1907, bangunan ini menjadi salah satu yang tertua di Kota Angingmammiri —julukan Kota Makassar.

Pada awal kemerdekaan, gedung ini masih difungsikan sebagai Kantor Wali Kota Makassar. Terhitung sejak 1947 hingga 1993. Barulah pada masa pemerintahan Suwahyo yang saat itu menjabat sebagai Wali Kotamadya Ujung Pandang (periode masa jabatan 1988-1993), fungsinya beralih.

Kantor Wali Kota dipindahkan ke bagian utara yang kini berada di Jl Ahmad Yani. Sementara Kantor Gubernur Sulawesi Selatan yang awalnya di sebelah timur gedung Societeit de Harmonie dipindahkan ke Jalan Urip Sumoharjo.

Gedung yang sebelumnya menjadi Kantor Wali Kota Makassar difungsikan sebagai Museum Kota yang diresmikan pada Juni 2000. Hingga kini, dikenal sebagai Museum Kota Makassar.

Barang Antik

Kami kala mewawancarai petugas museum.

Educator Museum Kota Makassar, Alif, menjelaskan pemeliharaan barang-barang antik yang ada di museum dilakukan dengan model konservasi. Setiap koleksi dirawat dengan baik dan setiap tiga bulan sekali, konservasi dilakukan terhadap benda-benda maupun bangunan itu sendiri.

“Dalam tiga bulan sekali, konservasi yang dilakukan itu berbeda beda. Misalnya, kali ini konservasi logam, perhiasan pengantin, keris, atau pun patung,” papar Alif kala menerima kunjungan magang liputan kelompok kami, Jumat, 24 Maret 2023.

Secara keseluruhan, terdapat 12 ruangan di museum ini. Namun, ada dua ruangan yang tidak boleh dimasuki oleh pengunjung. Ruangan itu merupakan tempat penyimpanan koleksi museum dan ruang pameran.

“Terkhusus untuk ruangan pameran hanya boleh dikunjungi saat ada acara pameran saja. Contohnya pameran yang diadakan dengan kerja sama Dinas Kebudayaan Jogja (DIY, Red), serta membahas tentang Pangeran Diponegoro yang diasingkan ke Benteng Rotterdam sampai ia meninggal,” urai Alif lagi.

Museum ini buka pukul 09.00-15.00 Wita, kecuali libur nasional atau Lebaran, mereka tutup. Termasuk kala libur Hari Nyepi dan cuti bersama puasa pekan lalu.

Semua kalangan, mulai remaja, mahasiswa, hingga orang tua kerap berkunjung ke museum ini. Biasanya paling banyak yang datang dari luar daerah serta luar negeri, seperti pengunjung sebelumnya ada yang dari Belanda.

Manfaatkan Medsos

Pemandangan di front office museum.

Front Office Museum Kota Makassar (yang enggan mengenalkan nama) mengatakan kebanyakan pengunjung sudah mencari tahu dari media sosial, sebelum datang. Pengelola museum memang memanfaatkan media sosial, salah satunya Instagram.

“Jadi sebelumnya mereka sudah melihat-lihat museum ini di social media (media sosial, red) lalu mereka tertarik ingin melihat sejarah-sejarah yang ada di museum ini. Dan memang rata-rata tujuan mereka hanya untuk melihat dan mempelajari sejarah Museum Kota Makassar ini,” terang petugas itu.

Salah satu yang menarik di museum ini, pengelola sama sekali tidak memungut biaya atau dengan kata lain gratis. Dalam hal apa pun, baik saat masuk museum, atau pun layanan pemandu, tak dikenakan tarif. Mereka melayani pengujung secara gratis semua.

Jangan lupa, ada aturan kala berkunjung. Pengunjung harus mematuhi pantangan yang diberlakukan itu.

“Ada pun larangan untuk pengunjung Museum Kota Makassar, yakni tidak diperbolehkan untuk makan dan minum,” tegas petugas itu lagi.

Selain berkunjung, museum ini biasanya dijadikan tempat kegiatan, termasuk prewedding. Kadang juga ada yang mengadakan seminar.

Ada pun mahasiswa, ada yang menjadikan beberapa lukisan di museum ini sebagai objek penelitian. Di museum ini lukisan dijelaskan bagaimana Makassar pada saat itu menjadi bandar niaga internasional.

Serta penjelasan yang lebih rinci ditunjukkan dengan banyaknya pengunjung kota yang berasal dari luar negeri untuk berdagang. Bandar niaga Tallo dan Somba Opu merupakan pusat niaga besar yang tersisa di sepanjang jazirah Sulawesi Selatan di bawah bendera Kerajaaan Gowa-Tallo

Tugas Kuliah

Pemandangan di salah satu bagian dalam museum.

Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Putri Aulia biasanya mendapat tugas atau mata kuliah yang berkaitan sejarah dan peninggalan di Kota Makassar. Atas alasan itu, dia mengunjungi museum.

Kadangkala pula, Putri hanya sekadar ingin mengetahui lebih jauh barang-barang antik ketika ada pameran. Ia mengaku sangat terkesan selama berkunjung di Museum Kota Makassar. Ini merupakan pengalaman yang tiada dua baginya.


“Karena dapat memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman langsung ketika memasuki Museum Kota Makassar yang tentunya unik karena bangunan yang tetap terawat bangunan museum yang klasik memberikan atmosfer tersendiri saat berkunjung ke museum ini serta banyak memberikan informasi sejarah,” tambahnya.

Pengunjung dapat melihat peninggalan di Makassar mulai dari pakaian adat hingga barang-barang antik dan masih banyak lainya. Serta pelayanan yang sangat baik, informasi yang jelas dan rinci, fasilitas lengkap dengan suasana yang nyaman, dan ilmu yang sangat bermanfaat dengan didukung bukti-bukti yang relevan.
(***)

Tulisan ini disusun oleh Kelompok 3, Mahasiswa Magang Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) di Harian FAJAR.

Ilmu Komunikasi UNG

  1. Julian Habibie
    NIM: 291420077
  2. Riza Tharizzah Maldhani
    NIM 291420054

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNM

  1. Risnawati
    NIM: 200501502012
  2. Resky Nurhalizah
    NIM: 200501501009

News Feed