English English Indonesian Indonesian
oleh

Radio Transistor Era Kemerdekaan RI Milik Kantor Berita Domei dan Kisah Pemberontakan dari Sulawesi

Sebelumnya, Ratulangi diangkat menjadi Gubernur Provinsi Sulawesi oleh Presiden Sukarno yang tertuang dalam keputusan rapat pleno kedua PPKI; 19 Agustus 1945.

Perlawanan Pemberontak

Dosen di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Unhas, Nasihin mengatakan kondisi setelah proklamasi di Makassar tidak ubahnya daerah lain di Sulsel. Informasi proklamasi lambat sampai ke Sulsel.

Para pemuda baru menerima informasi proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 19 Agustus 1945. Meski telat, berita itu cukup menggembirakan bagi pemuda.

Saat bersamaan, para pemuda di Sulsel yang tergabung dalam “Sudara” (Sumber Dara Rakyat) tidak memiliki keberanian dalam menginisiasi. Mereka masih dalam keadaan bimbang dalam menentukan sikap.

Penyebabnya, mereka masih menunggu kabar dari tokoh besar, Ratulangi yang saat itu tengah dipanggil oleh Soekarno ke Jakarta. Kondisi yang sama juga berlaku di pedalaman Sulawesi.

“Di Bantaeng itu, para pemuda masih menunggu informasi dari Andi Sultan Daeng Radja yang saat itu juga sedang menanti informasi dari Jakarta,” katanya.

Juga di Bone, para pemuda menanti kedatangan Andi Pangeran Daeng Parani atau AP Pettarani yang saat itu juga sedang mendampingi Ratulangi ke Jakarta.

Baru ketika awal September 1945, ketika Ratulangi datang di Makassar, yang sekaligus ditunjuk oleh Soekarno sebagai Gubernur Sulawesi, maka pekik kemerdekaan mulai muncul.

Berdasar pada pidato Ratulangi inilah maka informasi kemerdekaan menyebar ke seluruh pelosok Sulawesi melalui beberapa agen yang juga dengan sengaja disebar atas perintah Gubernur pertama Sulawesi ini.

News Feed