HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Makassar memasuki babak baru.
Jepang saat ini tertarik dengan program tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Helmy Budiman.
Diketahui, Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Makassar, Ohashi Koichi datang langsung menemui Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Kantor Balai Kota Makassar pada Selasa, 28 April kemarin.
“Konjen Jepang datang untuk berdiskusi soal PSEL, tentu secara normatif (kami) menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan PSEL itu mengacu pada Perpres 109 2025. Kemudian memang pembahasan dari Konjen ada beberapa pihak (investor) Jepang yang tertarik,” jelas Helmy kepada FAJAR pada Rabu, 29 April.
Helmy mengungkapkan bahwa Program PSEL ini mengacu pada Perpres 109 2025 yang terbaru. Dalam aturan tersebut, pihak Danantara yang memiliki wewenang untuk melalukan lelang.
“Nanti diserahkan kepada Danantara, semua keputusan ada di Danantara,” bebernya.
Helmy menuturkan bahwa progres Program PSEL Makassar saat ini dalam proses pengakhiran kontrak dengan pemenang sebelumnya PT Sarana Utama Synergy (SUS) yang menggunakan Perpres 35 2018 yang lama.
“Untuk saat ini kita pengakhiran kontrak, penyelesaian lahan pembebasannya, setelah itu pematangan, dan kita maju lagi ke Danantara,” tegasnya.
“Kita sudah berkontrak dengan PT SUS sebelumnya menggunakan Perpres 35. Arahan dari hasil pertemuan sebelumnya itu kita lakukan percepatan untuk pengakhiran kontrak sehingga lokasi baru di Antang kita bisa usulkan segera,” tambah Helmy.










