English English Indonesian Indonesian

Isu Kotak-kotak Mencuat dalam Suksesi Ketua Golkar

MAKASSAR, FAJAR – “Kotak-kotak” jadi istilah populer di Golkar Sulsel saat ini. Terutama menjelang musda.

Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel menjadi diatensi Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia. Hal tersebut terungkap setelah Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M. Said bertemu dengan Bahlil.

Dalam pertemuan tersebut Bahlil menekankan pentingnya soliditas partai dan meminta agar musda tidak diwarnai polarisasi internal. Intinya, Balil meminta jangan ada kotak-kotak.

“Kita harus kerja sama, kita harus bersatu. Siapapun nanti yang kita sepakati, kita harus bersatu,” kata Muhidin, Rabu, 29 April 2026.

Bahlil, kata Muhidin, menilai kekuatan Golkar ke depan sangat ditentukan oleh konsolidasi internal, bukan sekadar kemenangan formal dalam kontestasi organisasi.
“Bersatu juga belum tentu bisa menambah kursi, apalagi tidak bersatu,” ujarnya.

Salah satu opsi yang tengah diupayakan adalah musda berlangsung secara aklamasi. Tujuannya, menghindari fragmentasi pasca-pemilihan.

“Kita usahakan aklamasi supaya tidak ada yang merasa ditinggal. Yang kalah maupun menang harus tetap bersama-sama,” ungkapnya.

Pengalaman musda sebelumnya menunjukkan dampak negatif dari pertarungan terbuka yang meninggalkan kubu-kubuan di internal partai.

“Kalau pertarungan terbuka, yang kalah bisa begini, yang menang begitu. Kita sudah pernah mengalami lima tahun lalu, Golkar Sulsel sempat mandek karena dinamika internal,” tambahnya.

Karenanya, penting menghapus sekat-sekat politik di internal Golkar Sulsel. Tidak boleh ada lagi blok atau gerbong dalam tubuh partai. “Kita tidak mau lagi ada blok sana, blok sini. Mau satu gerbong saja, gerbongnya Partai Golongan Karya,” tegasnya.

Memuat komentar…

News Feed