Cerita tentang perjuangan dan perjalanan hidup sang leluhur menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga nilai-nilai kekeluargaan dan sejarah keluarga.
Selain itu, suasana semakin meriah dengan adanya sesi foto bersama. Para peserta berbaris dengan rapi, mengenakan pakaian seragam berwarna biru sebagai simbol kebersamaan.
Klik kamera dan kilatan cahaya dari ponsel menciptakan momen-momen yang tak akan terlupakan, sebagai bukti bahwa silaturahmi ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga warisan yang harus terus dijaga.
Acara ini semakin hangat dengan adanya pengumuman lokasi halalbihalal tahun depan yang akan digelar di Kabupaten Pinrang. Kabar ini disambut antusias, terutama oleh anggota keluarga yang berasal dari daerah tersebut.
“Pinrang adalah tanah leluhur kita, jadi ini seperti pulang ke rumah,” ujar salah satu peserta dengan wajah sumringah.
Menjelang akhir acara, panitia juga mengumumkan program sosial yang akan dijalankan oleh ikatan keluarga. Selain arisan rutin, mereka juga berencana menggalang dana untuk membantu anggota keluarga yang membutuhkan.
Semangat gotong royong yang diwariskan oleh Datu’ Ince Abdullah Daeng Mangatta tetap terasa kuat dalam setiap kegiatan yang dilakukan.
Saat acara mulai ditutup, suasana haru kembali terasa. Beberapa anggota keluarga tampak enggan berpisah, saling berjanji untuk tetap menjaga komunikasi hingga pertemuan berikutnya.
Pelukan dan ucapan salam mengiringi perpisahan mereka, mencerminkan betapa kuatnya ikatan darah yang menyatukan mereka.