FAJAR, BUDAPEST–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis pagi tiba di ibu kota Hongaria, Budapest, dalam kunjungan resmi.
Ia berkunjung meski ada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan terhadapnya oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Gaza.
Menurut situs web Israel National News, Netanyahu, yang ditemani istrinya, Sara, memulai kunjungan kenegaraan selama empat hari ke negara Eropa tersebut.
Rincian jadwalnya di Hongaria belum diumumkan, namun, ia diharapkan bertemu dengan pejabat tinggi negara tersebut.
Kunjungan Netanyahu ke Hongaria menandai pertama kalinya ia menginjakkan kaki di tanah Eropa sejak ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya pada November tahun lalu atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.
Dikutip dari AA, kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, meminta Hongaria untuk menangkap Netanyahu jika ia bepergian ke negara itu dan menyerahkannya ke ICC.
Hungaria merupakan anggota Mahkamah Pidana Internasional. Namun, sepertinya mereka “takut” menangkap Netanyahu yang didukung penuh Amerika Serikat.
November lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakan militernya di Gaza, tempat ia telah menewaskan lebih dari 50.400 orang sejak serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok Palestina Hamas. (amr)