FAJAR, MADRID–Real Madrid lolos dramatis ke final Copa del Rey setelah sempat tertinggal 1-3 di menit 80. Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti menegaskan ia memang tak pernah khawatir ketika tampil di Bernabeu.
“Saya tidak pernah mengira kami akan tersingkir karena apa pun bisa terjadi di Bernabéu, terlebih lagi dengan atmosfer seperti ini,” katanya di situs Madrid.
“Ketika kami harus bangkit, kami tidak pernah menyerah dan para penggemar mendukung kami dan banyak membantu kami dengan menyediakan atmosfer yang sangat kuat. Di kandang sendiri, di hadapan para penggemar, kami tidak pernah menyerah,” tegasnya.
Dalam laga hari ini, Ander Barrenetxea mencuri gol untuk membawa Real Sociedad memimpin 1-0 di menit ke-16. Endrick kemudian menyamakan skor pada menit ke-30.
Sociedad memberi harapan besar ke penggemarnya setelah bunuh diri David Alaba di menit ke-72 yang diikuti gol Mikel Oyarzabal pada menit ke-80 membawa mereka unggul 3-1.
Namun, seperti kata Ancelotti, apa pun bisa terjadi di Bernabeu. Gol Jude Bellingham di menit ke-82 dan tandukan Aurelien Tchouameni pada menit ke-86 membuat skor imbang 3-3.
Ketika Madrid sepertinya sudah akan lolos dengan skor 3-3 atau unggul agregat 4-3, drama terjadi di injury time. Oyarzabal mencetak gol keduanya untuk membawa timnya kembali unggul 4-3 sekaligus memaksa laga berlanjut ke extra time karena agregat sama 4-4.
Tapi Madrid selalu punya cara untuk menyenangkan penggemarnya di Bernabeu. Masuk sebagai pemain pengganti, Antonio Rudiger berhasil memanfaatkan sepak pojok Arda Guler pada menit ke-115 untuk membuat skor menjadi 4-4 yang memastikan Madrid lolos dengan agregat 5-4.