FAJAR, TURIN—Juventus secara mengejutkan memutuskan memecat Thiago Motta. Dengan Sembilan pertandingan tersisa, Si Nyonya Tua dinilai sedang berjudi.
Motta harus meninggalkan kursinya setelah Juventus gagal di Liga Champions, Coppa Italia, serta Supercoppa Italia, dan saat ini berada di posisi kelima klasemen Serie A Italia.
Beberapa media di Italia menyatakan bahwa selain prestasi yang mengecewakan, manajemen Juventus memutuskan memecat Motta karena situasi ruang ganti.
Motta dianggap membuat bingung dengan beberapa keputusannya terkait tim dan pemain Juventus selama beberapa bulan terakhir.
Ia sering kali mengubah susunan pemainnya dan kaptennya, yang menyebabkan kurangnya hierarki yang jelas di antara para pemain Juventus.
Timothy Weah, penyerang atau pemain sayap alami, telah ditempatkan Motta sebagai bek sayap selama sebagian besar musim 2024-2025. Sedangkan Weston McKennie sudah bermain di hampir setiap posisi di lapangan.
Kenan Yildiz juga demikian. Ia telah dimainkan di kedua sisi sayap, sebagai false nine sesekali, tetapi jarang dalam peran utamanya di tengah. Sementara Teun Koopmeiners berpindah antara posisi di poros lini tengah dan sebagai trequartista.
Meski begitu, keputusan memecat Motta menjelang akhir musim dinilai sangat berisiko. Apalagi, Juventus saat ini hanya terpaut satu poin dari empat besar. Penilaian itu salah satunya dilontarkan pelatih veteran Italia, Fabio Capello.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Capello menjelaskan bahwa menyingkirkan Motta adalah keniscayaan jika para pemain sudah tidak lagi percaya padanya. Tetapi ia tetap merasa bahwa klub mengambil risiko dalam waktu pengambilan keputusan.