Dinas BMBK Sulsel juga telah mengantongi data terkait masalah ini. Hanya saja terkait kapan perbaikan dilakukan, dirinya tak bisa berkomentar lebih jauh termasuk agregat pembangunan di sana.
“Ndak bisa kami juga berikan info, tapi memang yang seperti ini butuh perencanaan, butuh penganggaran,” tandas Askar.
Jalur Vital
ANGGARAN minim membuat banyak infrastruktur rusak tak tertangani tahun ini. Ditambah lagi dengan adanya kebijakan efisiesi anggaran, makin memperlambat penanganan.
Anggota Komisi III DPRD Bone Farel Adywansya mengkritsi masalah ini. Dia mengatakan pihaknya sudah meminta agar perbaikan ini segera dilakukan.
“Di sana itu masih putus. Yang jalan poros Bulu Tana, dan sampai hari ini belum ada atensi. Saya sudah angkat bicara di situ dan ini diatensi,” ujarnya.
Menurutnya jalur ini sangat vital bagi masyarakat karena memotong rute agar lebih pendek. Apalagi, sebagian besar desa-desa di jalur itu bergantung pada jalan itu untuk memasarkan hasil panennya ke Kabupaten Barru dan Pangkep yang dirasa lebih dekat dibanding ke Bone.
“Sama dengan Desa Pallawa, Tondong, hingga Bonto Masunggu, ini lebih dekat ke sana, ke Barru dan Pangkep dibanding kabupaten/kota,” tegasnya. (an/zuk)