FAJAR, MAKASSAR-Pusat Pemeriksa Halal (PPH) Universitas Hasanuddin (Unhas) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sertifikasi halal di Indonesia. Setelah melalui proses panjang sejak tahun 2019, PPH Unhas kini resmi memperoleh peningkatan status dari Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Pratama menjadi LPH Utama. Perubahan status ini memberikan perluasan cakupan layanan pemeriksaan halal, baik secara nasional maupun internasional.
Sebagai salah satu LPH yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), PPH Unhas memiliki peran penting dalam mendukung implementasi kebijakan jaminan produk halal di Indonesia. Sejak awal pendiriannya pada periode 2019-2020, PPH Unhas telah berupaya memenuhi berbagai persyaratan untuk memperoleh akreditasi sebagai LPH. Namun, proses ini sempat mengalami kendala akibat pandemi Covid-19 yang memperlambat penyusunan dokumen administrasi.
Ketua PPH Unhas, Prof. Dr. Ir. Nahariah, S.Pt., M.P.,IPM., ASEAN.Eng., menuturkan, proses visitasi untuk akreditasi dimulai pada 2021 lalu. Pada 8 April 2022 PPH Unhas resmi memperoleh akreditasi sebagai LPH Pratama. Sejak itu, PPH Unhas mulai beroperasi sebagai lembaga pemeriksa halal untuk produk makanan dan minuman dengan cakupan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap sertifikasi halal, serta implementasi wajib halal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014, PPH Unhas berupaya meningkatkan statusnya dari LPH Pratama menjadi LPH Utama. Upaya tersebut membuahkan hasil. ”Sejak 12 Maret 2025, PPH Unhas resmi beroperasi sebagai LPH Utama,’’ ujar dosen Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Unhas ini.
Perempuan kelahiran Kota Pare-pare 1974 itu menjelaskan, perubahan status ini membawa sejumlah keuntungan strategis. Salah satunya Unhas dapat memperluas cakupan layanan pemeriksaan halal ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan hingga ke tingkat internasional. Hal ini menjadikan Unhas sebagai salah satu LPH terbesar di Kawasan Timur Indonesia.
“Dengan pengakuan sebagai LPH Utama, Unhas semakin berperan dalam memastikan produk halal yang beredar di masyarakat sesuai standar halal. Keberadaan PPH Unhas yang lebih kuat diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung sertifikasi halal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Peningkatan status ini juga berdampak pada pengembangan kapasitas layanan PPH Unhas sebagai salah satu unit bisnis universitas,” kata ahli Teknologi Hasil Ternak itu.
Uji Kompetensi
Menurut alumnus S3 Universitas Diponegoro itu, dengan cakupan pemeriksaan yang lebih luas otomatis PPH Unhas membutuhkan banyak auditor halal. Dengan demikian, akan terbuka peluang bagi dosen Unhas untuk menjadi auditor halal. Hal ini sejalan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama 3 Perguruan Tinggi. Menurut Nahariah, untuk mendukung operasional sebagai LPH Utama, Unhas akan mengadakan pelatihan dan uji kompetensi bagi dosen yang memenuhi syarat sebagai auditor halal.
Nahariah berharap, PPH Unhas sebagai lembaga pemeriksa halal dapat berkontribusi kepada terwujudnya implementasi kewajiban halal yang diamanahkan negara yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014. Selain itu PPH Unhas sebagai Lembaga pemeriksa halal dapat berdampak signifikan bagi institusi, baik sebagai wadah pengabdian maupun salah satu unit bisnis Unhas.
“Semoga peningkatan status tersebut, dapat mewujudkan visi PPH yang unggul, handal, inovatif dan terpercaya dengan potensi sumber daya insani, ilmu pengetahuan, seni dan budaya berbasis Benua Maritim Indonesia,” jelas Nahariah.
Sebagai salah satu unit bisnis yang ada di dalam lingkup Unhas, perubahan ini tentu memberikan dampak yang berbeda. Lingkup pemeriksaan yang lebih luas akan memberikan jangkauan pemasaran yang lebih luas. Perubahan status dari LPH Pratama ke Utama membuat ruang lingkup pemeriksaan dari usaha mikro khusus makanan dan minuman ke usaha menengah serta makro.
Saat ini, PPH Unhas sebagai LPH telah memiliki 42 auditor dengan berbagai disiplin keilmuan dan telah bekerja sama dengan laboratorium dalam lingkup Unhas yang telah terakreditasi.
Peningkatan status ini tidak hanya memperkuat posisi Unhas sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung kebijakan halal nasional. PPH Unhas akan terus berinovasi dan meningkatkan layanan guna memenuhi kebutuhan industri halal yang semakin berkembang. Unhas berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri. PPH Unhas siap untuk terus berperan aktif dalam mendukung industri halal di Indonesia dan global. (*)