FAJAR, MAKASSAR – Ratusan massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya melakukan unjukrasa hingga malam hadi di depan Gedung DPRD Sulsel.
Aktivis HMI mempersoalkan banyak hal seperti praktik mafia tanah dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam aksi demonstrasi bertajuk “Merah Putih Undercover” Rabu malam (26/2/25).
“Dalam aksi tersebut, massa HMI membawa berbagai tuntutan yang mencakup isu nasional, regional dan lokal,” kata Anggota Komisi E DPRD Sulsel dari Fraksi PKS, Haslinda, yang menerima.
Isu nasional yang disorot antara lain Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran, Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tingkat regional dan lokal, mereka mengangkat isu terkait mafia tanah, tambang dan migas, pelanggaran HAM, serta kasus tersangka kosmetik bermerkuri yang hingga kini belum ditahan.
“Kami akan menyampaikan aspirasi adik-adik sekalian ke pemerintah pusat dan DPR RI,” katanya. Untuk tuntutan yang bersifat regional dan nasional, pihaknya akan segera memanggil pihak terkait.
“Untuk melakukan rapat dengar pendapat dengan adek-adek HMI Cabang Gowa Raya. Ini akan segera dijadwalkan,” ujar Haslinda.
Ketua HMI Cabang Gowa Raya, Nawir Kalling, dalam pernyataan sikapnya, menyoroti sikap DPRD Sulsel dalam menyikapi kebijakan pemerintah pusat.
Mereka juga mempertanyakan ketegasan lembaga legislatif tersebut bersama aparat kepolisian terkait penegakan hukum di Sulsel.
“Kami juga meminta DPRD mengawasi kinerja eksekutif dan yudikatif di Sulawesi Selatan,” tegas Nawir.
Ia juga menyoroti sejumlah kasus yang dianggap belum tuntas di Sulawesi Selatan, termasuk kasus skincare bermerkuri yang dinilai tidak ada perkembangan.
“Banyak kasus yang tidak tuntas sampai hari ini di Sulsel, salah satunya adalah tersangka kasus skincare bermerkuri yang masih bebas berkeliaran,” katanya.
Setelah mendengar komitmen dari perwakilan DPRD Sulsel, massa aksi HMI menegaskan agar aspirasi tersebut terus dikawal dan segera ditindaklanjuti. (*)