English English Indonesian Indonesian
oleh

Ungkap Faktor Risiko Gangguan Pertumbuhan Anak Dua Wilayah di Makassar

“Alhamdulillah, penelitian ini menjadi masukan penting bagi kami. Selama ini, kami belum sampai ke tahap analisis mendalam seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa penelitian ini membantu puskesmas dalam merencanakan program intervensi yang lebih tepat sasaran.
Dari penelitian ini, ditemukan bahwa beberapa anak mengalami gangguan perkembangan bahasa dan motorik.

Selain itu, rendahnya kepatuhan orang tua dalam membawa anak ke posyandu menjadi faktor risiko utama yang harus segera ditangani.

“Penelitian ini sangat bermanfaat. Kami berharap ada tindak lanjut untuk melakukan intervensi berdasarkan temuan yang ada,” ujar dr Irma. Ia berharap penelitian serupa bisa dilakukan secara berkala agar perkembangan anak dapat dipantau dengan lebih baik.

Ke depannya, mereka berharap ada penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang dilakukan. Dengan begitu, bisa memastikan bahwa anak-anak mendapatkan perawatan dan pemantauan yang optimal.

Penelitian ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Makassar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam menyusun kebijakan kesehatan anak di tingkat lokal hingga nasional. (wis)

News Feed