English English Indonesian Indonesian
oleh

Akses Pupuk Mudah, Tumbuhkan Cinta Bertani di Hati Generasi Muda

Salah satu petani di Desa Jipang, Dg Bella (40), yang telah bertani selama 18 tahun, merasakan perubahan besar dengan adanya aplikasi iPubers. Ia mengelola beberapa sawah dengan luas yang bervariasi, mulai dari 7 are hingga 40 are.

Dg Bella membeli pupuk melalui ketua kelompok tani dengan harga Rp125.000 per sak. Menurutnya, harga ini relatif stabil dari tahun ke tahun, kecuali jika membeli dari pengecer biasa, yang bisa naik menjadi Rp130.000 per sak. Ia mengakui bahwa pupuk subsidi kini lebih mudah didapat karena sudah memiliki jatah yang jelas sebanyak tiga kali dalam satu musim.

“Dahulu pupuk susah didapat. Saya harus keluar dari desa, untuk membeli pupuk dengan harga lebih mahal, sekitar Rp135.000 hingga Rp150.000 per sak. Tapi dua tahun terakhir ini sudah lancar, bahkan ada tambahan pupuk,” ujarnya sembari tersenyum.

Sebelumnya, Dg Bella hanya mendapat pupuk urea tiga sak dan poska empat sak, kini ia mendapatkan tambahan pupuk organik.

Sistem pengambilan pupuk juga lebih tertata. Petani wajib menggunakan KTP asli untuk mengambil pupuk, sehingga distribusi lebih tepat sasaran. Jumlah pupuk yang diberikan pun bergantung pada luas sawah, yang dihitung berdasarkan pajak yang dibayarkan.

Hasil panen dari sawahnya kemudian dijual kepada pedagang beras di kampungnya sendiri. Atau juga kepada pengecer beras lainnya. “Karena makin mudah mendapatkan pupuk, produktivitas sawah kami pun meningkat. Kehidupan kami sebagai petani bisa lebih baik kalau hasil panen bagus. Terima kasih telah memperhatikan kebutuhan pupuk petani,” ucapnya sembari mengelap bulir keringat yang menetes di dahinya.

News Feed