English English Indonesian Indonesian
oleh

Kesulitan Air Bersih, Warga Gunakan Air Irigasi untuk Kebutuhan

MAROS, FAJAR– Kemarau mulai terasa. Bahkan ada warga yang mulai kesulitan air bersih.

Warga di Lingkungan Suli-suli, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, salah satunya. Sudah dua bulan terakhir ini warga mengalami krisis air bersih.

Mereka pun terpaksa menggunakan air sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah seorang warga, Darmi mengatakan sejak kemarau, akses air bersih makin sulit. Setiap pagi dan sore dia ke sawah mengambil air.

“Setiap pagi dan sore kami ambil air di sini. Jadi ini airnya berasal dari sawah warga yang tertampung. Kami di sini sudah krisis air sejak bulan Mei,” ungkap Darmi, kemarin.

Dia membawa delapan jeriken berukuran lima liter sekali mengambil air. Air sawah yang sudah keruh ini tak hanya dimanfaatkan warga, tetapi juga ditempati bebek hingga sapi. Tak ada pilihan bagi Darmi dan keluarga lainnya.

Karena tak ada pilihan, mereka pun terpaksa menggunakan air tersebut. Bahkan kadang warga juga merasa gatal.

“Ya terpaksa, daripada membeli juga harganya juga mahal. Karena satu tandon air hargnya itu Rp55 ribu itupun hanya dipakai paling lama empa hari,” ungkapnya.

Total ada empat titik sumber air yang digunakan warga. Air itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci. “Kalau untuk minum kita pakai air galon,” katanya.

Warga lainnya, Heru mengatakan dirinya harus berjalan kurang lebih lima kilometer demi mengambil air di lokasi ini. Air ini juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk mandi dan mencuci.

“Air yang kami gunakan saat ini sumbernya dari sawah dan keruh,” katanya. Dia berharap, pemerintah dapat segera turun tangan untuk menyalurkan air bersih kepada warga. (rin/zuk)

News Feed