English English Indonesian Indonesian
oleh

Kasus Alergi Obat di Puskesmas Lapadde, Ini Penjelasan Spesialis Kulit

PAREPARE, FAJAR–Dokter Spesialis Kulit RSUD Andi Makkasau Parepare dr Harfiah Sp.DVE

menjelaskan Hendra masuk di rumah sakit dengan kondisi melepuh hampir seluruh tubuh. Merembat ke daerah mata, bibir, dan juga kelamin.

Dari pemeriksaan timnya, disimpulkan bahwa pasien itu terkena reaksi alergi obat. Nama istilahnya dalam dunia kedokteran disebut Stevens Johnson Syndrome (SJS).

“SSJ itu reaksi alergi obat termasuk dan itu sangat jarang terjadi,” jelas Harfiah. Memang pasien ini juga menderita epilepsi dan datang berobat ke salah satu puskesmas di Kota Parepare.

Pasien kemudian diberikan regimen atau obat yang memang pilihan utama bagi penderita epilepsi. “Diberikan konsultan dan saya tanyakan juga apakah ada riwayat alergi obat atau konsumsi obat sebelumnya,” ucapnya.

“Keluarganya sendiri mengatakan tidak ada alergi obat dan itu baru pertama kali diberikan kepada pasien. Kalau reaksi alergi obat sebenarnya, pasien ini diberikan obat minum atau obat oral,” lanjutnya.

Untuk reaksi memang tidak bisa memprediksi pasien apabila diberikan obat. Seperti seorang dokter memberikan obat, pasti akan ditanyakan dulu ada tidak riwayat alergi obat.

“Misalnya tidak ada alergi obat dalan riwayat pasien, pada saat kita memberikan obat. Kita (sebagai dokter) kita tidak memprediksi apakah pasien itu akan alergi, kecuali pasien ada riwayat alergi sebelumnya yang diberikan obat yang sama, itu yang salah,” tegas Harfiah.

Dia membenarkan kejadian ini murni reaksi alergi obat, bukan kesalahan dari dokter. Kerena menurutnya, mendeteksi alergi obat khusus untuk obat minum sampai sekarang belum ada tesnya, kecuali pemberian antibiotik yang diberikan secara suntikan atau injeksi.

News Feed