English English Indonesian Indonesian
oleh

Pakai Ambulans Pemerintah, Keluarga Pasien Bayar Rp4 Juta

PANGKEP, FAJAR- Layanan kesehatan di pulau memiriskan. Bahkan untuk dirujuk pun, warga mesti mengeluarkan jutaan rupiah.

Biaya operasional Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk ambulans laut dibebankan kepada pasien. Hal itu diungkap salah satu kerabat pasien dari Puskesmas Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Askar Purwanto.

Kepada FAJAR ia menyampaikan pihaknya harus mengeluarkan biaya hingga Rp4juta untuk membeli BBM agar ambulans laut dapat melayani pasien yang dirujuk. Pasien berasal dari Dusun Makaranganan.

“Dirujuk dari Puskesmas Sailus ke RS di Sumbawa (NTB), itu dibebankan biaya untuk membeli BBM sendiri, karena ambulans laut puskesmas tidak ada anggaran untuk BBM-nya,” beber Askar, Selasa, 23 Juli.

Ia pun menyesalkan program unggulan pemerintah di sektor layanan kesehatan yang tidak dinikmati secara cuma-cuma oleh masyarakat, khususnya warga pulau. Ongkos rujukan mencekik leher.

“Dibebankan membeli bahan bakar ambulans di Puskesmas Sailus, bensin sebanyak 150 liter dengan harga Rp15 ribu per liter di Pulau Sailus. Ini kejadiannya tadi pagi, bukan cuma sekali jalan,” imbuhnya.
Selanjutnya, saat ambulans laut pulang dari Sumbawa, mesti dibelikan lagi bensin 100 liter. “Itu untuk BBM perjalanan pulang menuju Pulau Sailus,” papar Askar.

Total biaya BBM Rp3,75 juta. Itu belum termasuk ongkos lain yang diperlukan pasien dan keluarga pasien dalam perjalanan dan selama di RS di NTB. Artinya, mereka mengeluarkan minimal Rp4 juta.

Askar berharap pemerintah mengambil kebijakan terhadap pembelian BBM untuk ambulans laut di wilayah kepulauan agar tidak membebani keluarga pasien.

News Feed