English English Indonesian Indonesian
oleh

Anggota Parlemen Prancis Bilang Israel tidak Diterima di Olimpiade Paris

FAJAR, PARIS – Seorang anggota parlemen sayap kiri Prancis memicu kehebohan dengan mengatakan atlet Israel tidak diterima di Olimpiade Paris karena perang Israel-Hamas di Gaza.

Anggota parlemen France Unbowed (LFI) Thomas Portes mengatakan pada rapat umum untuk mendukung Palestina dan menegaskan bahwa delegasi Israel tidak diterima di Paris.

Dia kemudian mengatakan kepada surat kabar Parisien bahwa Diplomat Prancis harus menekan Komite Olimpiade Internasional untuk melarang bendera dan lagu kebangsaan Israel, seperti yang dilakukan terhadap Rusia.

“Sudah waktunya untuk mengakhiri standar ganda,” tegas Portes dikutip dari AW.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina, sejumlah atlet Rusia hanya diizinkan berkompetisi di Paris sebagai individu dan tidak menggunakan warna negara mereka, dan hanya setelah diperiksa untuk memastikan bahwa mereka tidak menyatakan dukungan terhadap perang.

Penentangan terhadap kampanye Israel di Gaza merupakan inti dari kampanye LFI menjelang pemilu Eropa bulan lalu.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin kepada penyiar France 2 mengeritik Portes dan menggemakan kritik yang dibuat oleh kelompok besar Yahudi pada Minggu pagi.

Yonathan Arfi, ketua Dewan Perwakilan Lembaga Yahudi di Prancis, mengatakan atlet Israel yang paling berisiko di Olimpiade merujuk  pada insiden tahun 1972 di Olimpiade Munich.

Portes juga mendapat serangan dari sekutu parlemen di partai Sosialis dan konservatif. “Tentu saja para atlet Israel diterima, sama seperti semua olahragawan dari seluruh dunia. Bukan karena siapa mereka tapi karena apa yang mereka lakukan,” tulis anggota parlemen dari Partai Sosialis Jerome Guedj.

News Feed