English English Indonesian Indonesian
oleh

Dukungan Pengembangan dan Pembangunan IKN, Unhas Bentuk Pokja IKN

FAJAR, MAKASSAR-Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi membentuk Kelompok Kerja (POKJA) Kajian Ibu Kota Negara atau IKN yang dituangkan dalam Surat Keputusan Rektor di tandatangani atas nama Rektor oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis, Prof. Dr. Adi Maulana. Pembentukan Pokja IKN ini sebagai respons Unhas dalam menyikapi pembangunan IKN.

Pembentukan Pokja ini bertujuan sebagai wadah bagi para akademisi Unhas yang selama ini concern dengan pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Hal ini untuk memberikan gagasan dan sumbangan pemikiran dalam mengawal pembangunan dan pengembangan IKN.

Unhas selama ini menjadi salah satu institusi besar yang sedari awal siap mengawal pembangunan dan pengembangan IKN dengan aktif melakukan kajian-kajian ilmiah, diskusi baik dalam bentuk seminar, symposium maupun kuliah umum serta aktif dalam ikut serta memberikan kontribusi pemikiran baik secara teori maupun tataran praktis.

Sejumlah Guru Besar Unhas telah menulis beberapa buku yang terkait dengan IKN. Dalam beberapa kegiatan yang terkait dengan IKN, beberapa Guru Besar dan ahli dari Unhas terlibat aktif sebagai narasumber atau tenaga ahli baik ditingkat nasional maupun di regional. Selain itu, beberapa mahasiswa Unhas baik dari tingkat S1, S2 sampai S3 tercatat sedang melakukan penelitian dengan mengambil topik yang beragam dalam mengkaji IKN.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan bahwa Unhas sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik dan terbesar di Indonesia, dan juga sekaligus yang terbesar dan terbaik di Indonesia Timur yang secara geografis paling dekat dengan wilayah pengembangan IKN mempunyai tanggung jawab besar dalam mengawal pembangunan IKN.

Dengan modalitas ahli yang menyebar di berbagai fakultas dengan latarbelakang keilmuan yang beragam, Unhas siap untuk memberikan kontribusi aktif dalam pembangunan IKN yang kedepannya diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang lebih merata di Indonesia.

Gap pembangunan antara wilayah barat dan timur di Indonesia masih sangat besar, oleh karena itu adanya IKN tentu saja diharapkan mampu memberikan kontribusi pembangunan dalam porsi yang lebih besar di wilayah Timur Indonesia khususnya Kalimantan dan Sulawesi.

Pokja IKN ini terdiri dari beberapa Guru Besar dan ahli yang berasal dari 4 rumpun ilmu di Unhas, yaitu dari teknosains, agrokompleks, medical complex dan sosio-humaniora.

Prof. Dr. Ir. Sakti Adjie Adisasmita, Guru Besar Sistem Transportasi dari Fakultas Teknik diangkat menjadi ketua Pokja dan sebagai sekretaris dipercayakan kepada Prof. Dr. Ir Budiman, DEA, Guru Besar dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

Anggota Pokja yaitu diantaranya Prof. Judhariksawan dari Fakultas Hukum, Prof. Sumbangan Baja dari Fakultas Pertanian, Prof. Dr. dr. Veni Hadju yang mewakili Fakultas Kesehatan Masyarakat dan beberapa ahli ekonomi sosial diantaranya Dr. Ramli AT serta ahli sosial ekonomi peternakan Dr. Syahdar Baba serta beberapa ahli lainnya dalam lingkup Unhas.

Hadir sebagai pematik diskusi yaitu Prof. Dr. Ir. Sakti Adjie Adisasmita, yang membawakan bahan presentase berupa hasil kajian dari tim nya selama ini tentang desain system transportasi dalam mendukung IKN. Diskusi dihadiri oleh anggota POKJA dan dimoderatori langsung oleh WR 4 UNHAS.

Hasil diskusi dicatat oleh notulen Dr. Lucky Caroles yang kemudian nantinya akan disarikan menjadi bahan di dalam buku yang akan diterbitkan nanti.

FGD selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2023 dengan menghadirkan Prof Judhariksawan mewakili rumpun ilmu sosio-humaniora yang akan memberikan papran awal tentang kajian IKN dilihat dari sudut pandang hukum internasional dan sosial ekonomi.

Prof Judhariksawan sebelumnya akan melakukan diskusi terbatas dengan anggota POKJA dari rumpun ilmu sosio-humaniora dalam menyusun bahan presentase. Selanjutnya berturut-turut FGD akan menghadirkan pemateri dari rumpun agro-kompleks dan juga medical kompleks yang kemudian hasil FGD ini akan dijadikan buku.

Buku ini rencananya akan diberikan ke Presiden Joko Widodo sebagai hasil kristalisasi pemikiran Unhas untuk pengembangan IKN bekerja sama dengan Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (BP2KTI).

Saat ini, pengurus BP2KTI yang diketuai oleh Dr Fadel Muhammad sedang mencari jadwal untuk bertemu dengan presiden dan menyampaikan beberapa gagasan serta dukungan dalam pembangunan IKN.

Rencananya tim dari Unhas yang akan disertai oleh semua Gubernur di Kawasan Timur Indonesia dijadwalkan bertemu dengan Presiden di istana negara dan menyampaikan langsung buku hasil pemikiran ini. (*/)

News Feed