English English Indonesian Indonesian
oleh

PKS Sulbar Usulkan Kang Aher atau Amran Jadi Pendamping Anies

FAJAR, MAMUJU– Intensnya komunikasi Partai Nasdem dan PKS, mengusung Anies Baswedan sebagai Bakal Capres “Koalisi Perubahan” diamini DPW PKS Sulbar. Dua nama disodorkan untuk mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ketua DPW PKS Sulbar, Yuki Permana menyatakan bahwa DPW Sulbar melalui rapat pleno DPTW PKS telah mengirim dua nama sebagai pendamping Anies Baswedan sejak Oktober 2022 lalu. Mereka adalah, Ahmad Heryawan atau Kang Aher (Mantan Gubernur Jabar) dan Andi Amran Sulaiman (Mantan Mentan). “Keduanya punya track record bersih dan punya kapasitas serta kapabilitas memajukan Indonesia,” ujar Yuki.

Adapun wacana deklarasi Koalisi Perubahan, antara NasDem, PKS, dan Demokrat dibenarkan, Yuki. Ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu instruksi Majelis Syura PKS. “Kami menunggu hasil final koalisi. Kami PKS siap berkoalisi dengan partai manapun, yang penting untuk kepentingan rakyat, karena selama ini kami melihat pemerintahan belum berpihak pada rakyat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yuki menegaskan bahwa Anies Baswedan merupakan figur yang dianggap ideal untuk memimpin Indonesia. Sosok, Anies bagi PKS ambukan hal baru, lanjut dia, karena PKS adalah pengusung utama dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. “Jadi kami tahu kapasitas beliau dalam menjalankan roda pemerintahan. Insyaa Allah akan membawa Indonesia adil dan sejahtera,” bebernya.

Ihwal Deklarasi “Koalisi Perubahan” NasDem, PKS, dan Demokrat sejatinya berhembus pada Oktober 2022 lalu. Namun rencana itu tertunda awal November 2022. Beredar isu, jika batalnya deklarasi itu, karena PKS dan Demokrat belum bersepakat soal Cawapres pendamping Anies. Meski belakangan hal itu dibantah oleh NasDem.

Seiring berjalannya waktu, rencana, deklarasi Koalisi Perubahan itu kembali mencuat. Terutama setelah Ketua DPP PKS Bidang Polhukam, Al Muzzammil Yusuf melontarkan pernyataan Koalisi Perubahan akan segera terbentuk.

Ia menegaskan, penjajakan koalisi yang dibangun PKS bersama Nasdem dan Demokrat mengedepankan equal partnership. Tak saling memaksa serta saling menghormati mekanisme internal masing-masing partai. (wir/*)

News Feed