English English Indonesian Indonesian
oleh

Perjuangan Spartan Maroko Memunculkan Banyak Pendukung di Sulsel, Apakah Kembali Buat Kejutan?

”Kalau kita lihat, Mbappe di kiri dan Dembele di kanan. Mereka ini memaksimalkan lebar lapangan, dia eksploitasi betul itu bek sayap lawan. Mereka punya kemampuan untuk itu. Makanya selalu dijaga dua sampai tiga orang,” bebernya.

Di posisi ujung tombak Prancis punya Olivier Giroud. Penyerang dengan tipikal nomor 9 klasik. Jika Giroud buntu, Mbappe juga bisa menjadi opsi bagus, termasuk juga Antoine Griezmann yang bisa diplot sebagai striker.

”Giroud memang sudah tua, tapi kontribusinya nyata. Dia tipikal striker nomor 9 klasik. Tidak perlu banyak skill, gocek sana sini. Begitu dapat bola, ambil keputusan yang pasti-pasti saja dan itu efektif,” lanjut eks juru taktik PSM Makassar itu.

Perhatian juga fokus pada playmaker Prancis milik Atletico Madrid, Antoine Griezmann. Dari sisi gol, dia sangat minim. Namun, hampir semua aliran bola dia yang mengendalikan.

”Yang paling menarik ini Griezmann. Dia tidak kelihatan, tapi perannya tidak tergantikan. Dia penyambung bola dari tengah ke depan dan jadi orang pertama yang memotong serangan lawan sebelum sampai ke tengah. Dia yang kendalikan permainan Prancis,” jelasnya.

Untuk lini tengah dan belakang, coach Syam, sapaan akrabnya, menilai cukup mumpuni. Hilangnya Paul Pogba dan Ngolo Kante tidak berpengaruh signifikan. Adrien Rabiot dan Aurelien Tchouameni bisa menambal kekosongan itu.

”Hilangnya Kante sama Pogba di tengah ternyata bisa digantikan Rabiot sama Tchouameni. Belakang sampai kiper juga bagus, punya kekuatan dan pengalaman,” terangnya.

News Feed