English English Indonesian Indonesian
oleh

Sang Pelestari Laut di Gugusan Kepulauan Spermonde

Pria yang karib disapa Enal itu mengajak warga pulau berkegiatan di darat. Ia melibatkan istri nelayan dengan cara berkelompok. Enal mengajak warga mengembangkan budi daya ikan nila dan lele melalui bioflok. Juga ada kelompok ibu-ibu yang menanam berbagai macam sayuran dengan cara hidroponik.

“Saya mulai menyadarkan ibu-ibunya dahulu. Setelah itu suaminya pasti ikut, alhamdulillah berhasil,” ujar Enal.

Syaenullah memilih istri nelayan lantaran mereka bendahara di lingkungan keluarganya masing-masing. Para nelayan berburu anemon karena untuk memenuhi kebutuhan di dapur. Setelah ada penghasilan lain, otomatis mereka perlahan meninggalkan kegiatan-kegiatan yang merusak lingkungan. “Peran istri-istri nelayan sangat besar,” tuturnya.

Alumnus Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) itu memang aktif pada pemberdayaan masyarakat. Ia mengajari warga pulau bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Hasil tanaman itu sangat bermanfaat. Selain untuk kebutuhan gizi keluarga, juga mengedukasi para nelayan untuk peduli lingkungan.

Setidaknya para nelayan mengurangi aktivitas perburuan anemon. Saat pulang melaut, biasanya nelayan melanjutkan berburu anemon di sekitaran pulau. Aktivitas itu sangat merugikan lingkungan, habitat ikan dan terumbu karang juga dipastikan ikut terganggu.

Perjuangan Syaenullah mengajari warga pulau bercocok tanam berdampak positif. Banyak permintaan hasil tanamannya. Setiap hari ada-ada saja yang memesan sayuran segar. Bahkan datang dari pulau lain.

News Feed