English English Indonesian Indonesian
oleh

Miris, Seorang Ibu Diminta Rp43 Juta untuk Tebus Bayinya

Uang itu disebutkan DN merupakan utang yang harus dibayar MN selama bayinya dirawat. MN lantas dibuat shock sebab dirinya merasa tidak punya utang karena selama ini ia cukup intens memberikan uang ke YH untuk kebutuhan bayinya.

Utang yang tidak punya dasar hitam di atas putih itu bahkan dirincikan DN dengan tertulis melalui pesan whastapp ke MN. Mencakup biaya bersalin RS sebesar Rp7,5 juta, PDAM Rp4,4 juta, lampu 11 bulan Rp10,45 juta, kebersihan 11 bulan Rp 2,2 juta, perawatan bayi sebulan Rp1,5 juta, sewa kamar 11 bulan Rp16,5 juta, dan blazer warna pink Rp1,4 juta. Totalnya Rp43,85 juta.

MN mengaku keberatan, ia tidak tahu menahu kenapa ada biaya besar seperti itu yang harus ia bayar lebih dulu sebelum bisa mengambil bayinya. Padahal terkait utang piutang diakuinya hanya sebatas biaya bersalin yang memang sempat dipinjamkan DN ke dirinya.

“Saya tidak tahu menahu, kalau biaya bersaling memang saya akui saat itu DN yang bayarkan, itupun (biayanya) dari kesepakatan bersama bapak dari bayi tersebut dengan DN, tanpa sepengetahuan saya,” ujarnya kepada FAJAR, Jumat, 25 November 2022.

Oleh karena itu, MN sebenarnya mau beretikad baik dengan hanya membayarkan biaya bersalin tersebut. Tidak untuk keseluruhan sebagaimana dirincikan DN sebab terlalu berat untuk dirinya. “Yang lainnya saya merasa tidak ada utang, karena sebelumnya saya memang kuatkan diriku untuk kerja di sana demi hidupkan bayi saya yang saya titipkan, dan itu saya rajin kirim uang susu, makan segala macam,” katanya.

“Bahkan saya juga sewa baby sisternya untuk urusin anak saya, karena saya tidak mau terlalu membebankan YH, orang tua DN,” sambungnya.

News Feed