English English Indonesian Indonesian
oleh

Politik Anak Muda dan Tren Demokrasi Digital

Wujud pragmatis yang real adalah dapat bergabung dalam partai politik. Namun, tidak ada gunanya masuk dalam partai politik, ketika tidak dapat merespons kondisi dalam masyarakat.

“Pengadaan regulasi khusus untuk mendorong keterwakilan pemuda harus dilandasi atas hasil kajian dan riset yang mendalam terkait urgensitas,” terangnya.

Perwakilan The Indonesian Institute Ahmad Hidayah, menyampaikan bahwa hasil kajian TII, hanya ada dua partai politik yang memperlihatkan porsi perempuan dalam parpol yang mencapai lebih dari 30 persen yakni Partai Nasdem dan Partai Demokrat.

“Tidak hanya itu, terkait dengan perempuan yang menjadi pimpinan partai politik hanya ada satu partai politik yakni PDI Perjuangan,” tuturnya.

Selama perempuan tidak ditempatkan pada posisi strategis pada partai politik akan menjadi hambatan eksistensi perempuan. Tidak hanya itu, kultur partai politik yang masih maskulin membatasi akses perempuan, seperti jam rapat pada malam hari.

Perempuan masih tertinggal dalam hal citra dan branding politik. “Berdasarkan fenomena yang ada, penting untuk menantikan komitmen dari partai politik untuk memberikan keterbukaan ruang bagi perempuan,” ujarnya.

Andi Yani dari LSKP menyampaikan harapan ke depannya, LSKP dapat menjadi ruang belajar dan refleksi untuk menciptakan ruang-ruang politik yang berorientasi pada kepentingan bersama. (sae/yuk)

News Feed