English English Indonesian Indonesian
oleh

Virus PMK Menyerang Ternak di Jatim, Bagaimana Kondisi Sulsel?

FAJAR, MAKASSAR — Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) harus diwaspadai. Jangan sampai meluas dan mengancam swasembada daging.

Virus ini sudah mewabah di empat kabupaten di Jawa Timur. Termasuk di Provinsi Aceh. Dilaporkan sudah menyerang 1.247 ekor sapi di Jawa Timur sejak akhir April lalu. Pengawasan ternak di Sulsel harus diperketat.

Pakar Peternakan Unhas, Prof Rr. Sri Rachma Aprilita Bugiwati, mengemukakan, pencegahan harus segera dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Sulsel. Menurut Sri, jika sudah mewabah akan menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar.

“Ini bisa mengganggu swasembada daging, peternak juga dirugikan,” ujar mantan atlet Senam Artistik itu, dilansir dari Harian FAJAR edisi Kamis, 12 Mei.

Kerugian lainnya, kata dia, memberantas penyakit ini membutuhkan waktu puluhan tahun hingga benar-benar dinyatakan bebas dari PMK. Pengendaliannya sulit dan kompleks karena membutuhkan
biaya vaksinasi sangat besar. “Termasuk biaya pengawasan lalu lintas hewan ternak,” sebutnya.

Alumnus Miyazaki University, Jepang ini berharap agar pengawasan daging impor juga diperketat. Ada beberapa negara yang belum bebas dari PMK. Salah satunya India. “Ini harus diwaspadai juga. Saya curiga dari impor,” tuturnya.

Pelakasana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Taufiq, mengatakan, pihaknya akan membentuk satuan tugas untuk mengawasi dan memonitoring pemasukan daging agar mencegah PMK. “Kami tunggu arahan dari Pak Gubernur untuk bentuk Satgas,” katanya.

Dia berharap agar pelaku usaha peternakan dan masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan gejala PMK. Gejalanya dapat ditandai dengan kepincangan terhadap hewan, air liur berbusa, dan hewan lebih sering berbaring.

News Feed