English English Indonesian Indonesian
oleh

Buruh Tuntut Ketersediaan Tenaga Dokter, PTES Mangkir RDP

FAJAR, SENGKANG — Ketersediaan tenaga dokter di PT. Energi Sengkang (PTES) dikeluhkan oleh para buruh lokal di Kabupaten Wajo. Lantaran jam kerja tenaga dokter belum permanen.

Kondisi itu kemudian menjadi perhatian Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Wajo, bahkan masalah tersebut sudah di aspirasi di DPRD Wajo.

“Tuntutan KSBSI Wajo masih bergulir. Kita sudah mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Tapi pihak yang diundang tidak datang (PTES, red),” kata Ketua Komisi IV DPRD Wajo, AD. Mayang kemarin.

Perusahaan yang berlokasi di Desa Patila Kecamatan Pammana itu mangkir dari agenda RDP yang sudah dijadwalkan pada Selasa, 19 April kemarin. Hanya sepucuk surat yang datang dari pihak PTES.

“Mereka tidak hadir, cuma surat yang dikirim,” terangnya.

Maka dari itu, lanjut legislator dari Fraksi Demokrat ini. Aspirasi yang adukan KSBSI Wajo tetap akan ditindaklanjuti. Rencana RDP kembali dijadwalkan pada pertengahan Mei mendatang.

“Mungkin kita agenda lagi di pekan ketiga. Sebab ini cukup urgen untuk dipecahkan dan harus ada solusinya,” jelasnya.

Ketua DPC KSBSI Wajo, Abdul Kadir Nongko mengutarakan, ada dua tuntutan dari para buruh lokal yang bekerja di PTES.

Pertama, tenaga dokter yang bertugas agar dipermanenkan. Kedua, mempertanyakan tindak lanjut perpanjangan kontrak PTES dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. PLN Persero.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan perpanjangan kontrak ini. PT. Energi Sengkang sudah membentuk tim, namun tim ini belum bisa menyampaikan hasil apa-apa,” jelasnya.

News Feed