English English Indonesian Indonesian
oleh

Balapan “Liar”

Menanggapi beberapa program wali kota yang berbau “kebohongan” dan “tidak Membumi” itu, kita simak lagi pendapat Sawedi ; “Danny lebih memahami isu-isu yang dia sendiri sebenarnya awam dari pakar yang memang ahli dalam bidangnya.

Celakanya, Danny ngotot kalau ia sangat menguasai seluruh persoalan Makassar, pada hal publik mengetahui dan para cendekiawan yang ada di Forum Dosen bahwa Danny adalah bagian dari persoalan besar yang dihadapi kota ini. Ini berarti, bertentangan dengan prinsip Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah.

Wali kota kita betul-betul bagian dari masalah. Contoh lagi sebagai masalah adalah tawuran yang menggunakan busur ini juga hampir tidak ada kepedulian dan masa bodoh dari wali kota.

Korban sudah berjatuhan kena busur, mulai dari bayi, masyarakat yang tak berdosa, hingga aparat kepolisian, tapi tidak solusi cerdas dalam penyelesaian masalah. Katanya Kota Makassar dibranding sebagai kota dunia, tapi ketika kita membuka media sosial dan online yang ada adalah Makassar kota tawuran dan busur.

Akhirnya, saya ingin mengutip kembali pendapat Sawedi, dari perspektif sosiologis dalam membeda pemikiran Danny, perilaku Danny yang melulu memilih pendekatan diametral (sangat berbahaya), karena akan menimbulkan kegaduhan berkepanjangan dan ketidakstabilan dalam pemerintahan. Persoalan balapan liar yang diakomodasi salah satu contoh betapa “kegaduhan” yang berujung kebohongan dalam menyelesaikan penyakit sosial yang ada di depan mata Pak Wali Kota. Sudah banyak program ditawarkan sejak beliau mengangkangi kekuasaan di kota Makassar sebagai bagian dari dirinya adalah masalah.

News Feed