English English Indonesian Indonesian
oleh

FENOMENA! Di Makassar, Jalanan Dikuasai Warga dan Dibanguni, Akses Terblokade

Penuh Limbah

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Andi Yurnita sangat menyayangkan kondisi ini. Banyak problem di area inspeksi kanal. Masalah sangat kompleks.

Selain menutup sempadan yang semestinya untuk keperluan insepeksi irigasi kanal, aktivitas masyarakat kerap menghasilkan limbah, yang berakhir terbuang ke dalam kanal.

“Ini semestinya ditata, agar tidak semrawut,” kata Yurnita kepada FAJAR, kemarin.

Seyogianya garis sempadan tersebut telah diatur dalam Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), baik pemkot maupun pemprov. Untuk perkotaan telah diatur jarak minimal dua meter.

Sementara untuk kanal-kanal skala besar, sempadannya bahkan bisa mencapai 10 meter. Sayangnya hampir tak ada ruang yang tersedia, sehingga pembenahan kanal dari pinggiran sulit dilakukan.

Yurnita mengatakan, mobil-mobil sampah hingga pengangkut sedimen bahkan alat berat tidak akan bekerja secara efisien karena jalan yang semestinya diperuntukkan untuk itu, tertutup.

Belum lagi untuk keperluan publik, khususnya bagi pejalan kaki dan pesepeda yang semestinya keduanya menjadi target utama untuk jalur-jalur ini.

“Akses tertutup, padahal ini area publik, bisa dinikmati dan dilewati masyarakat umum, kondisinya sekarang tidak bisa dilewati alias tertutup,” kata dia.

Belum ada kesadaran dari hampir seluruh pihak, bahkan dari pemerintah sendiri. Dari para pedagang yang ingin mendapatkan pembeli secara cepat dan dari pemerintah yang tidak melakukan pengawasan secara tegas.

Padahal telah disediakan ruang bagi mereka untuk berdagang di dalam pasar.
Sebenarnya, jalur inspeksi kanal sangat bermanfaat karena bisa dijadikan sebagai tempat wisata. Pinggirannya bisa ditata agar nyaman ditempati oleh publik.

News Feed