English English Indonesian Indonesian
oleh

LAPSUS! Desain Lorong Makin Tak Manusiawi, Sekadar Jalan Kaki Pun Sesak

Tak semua lorong bisa diakses mobil. Ada yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Misalnya Jl Pampang 2 Lr 2 dan Lr 3. Dalam kondisi ramai, pakai motor pun akan tersendat, sebab pada waktu tertentu banyak anak bermain di jalanan lorong.

Mestinya Diatur

Sementara itu pengamat arsitektur Universitas Bosowa Nasrullah mengatakan idealnya desain rumah memberikan garis sempadan antara badan jalan dan pagar.

Demikian ada garis sempadan antara rumah dan pagar. Dia mengatakan hal ini biasanya diatur langsung oleh dinas tata ruang kota, perhitungannya pun tak sembarang, biasanya menyesuaikan perhitungan lebar jalan.

Tujuannya, selain memberikan akses yang lebih layak bagi kendaraan, dari sisi arsitektur garis sempadan memberikan ruang udara dan pencahayaan yang baik.

Selain itu hal ini juga memberikan ruang terbuka hijau yang baik bagi masyarakat.
“Jadi tetap, walaupun itu misalnya kayak lorong, mungkin cuma untuk pejalan kaki atau kendaraan motor itu baiknya tetap ada,” kata dia.

Menurutnya banyak lorong-lorong yang justru tidak mengedepankan kaidah ini, bahkan pagar sudah berfungsi sebagai dinding rumah.

“Jadi namanya juga rumah ideal, walaupun kecil lorong tetap harus ada ruang akses udara pencahayaan dan penghijauan,” tandasnya. (an/zuk)

SELENGKAPNYA BACA KORAN FAJAR EDISI RABU, 6 APRIL 2022

News Feed