English English Indonesian Indonesian
oleh

Di Mana Ada Kekuasaan, di Situ Ada Keberpihakan

Perayaan HJB tempo hari adalah ilustrasi nyata tentang pertarungan modal Bissu baik sosial, kultural, maupun simbolik di ranah yang seharusnya dikuasai oleh Bissu untuk mewujudkan sebuah praktik (Bourdieu 1996). Namun, kenyataannya tidak terealisasi karena kuatnya relasi kuasa dari lingkaran elite yang mengudeta Bissu di arenanya sendiri. Ingat di atas langit masih ada langit dan di mana ada kekuasaan di situ ada keberpihakan.

Penelitian yang saya lakukan pada tahun 2017 silam perihal Bissu, mungkin sangat bisa dikatakan sebagai peneliti kemarin sore. Mengingat banyaknya peneliti terdahulu, budayawan, akademisi, hingga peneliti mancanegara yang jauh lebih dahulu mengkaji Bissu. Melihat perjalanan Bissu dan populasi yang kian menyusut memang bisa diprediksi bahwa Bissu akan hilang dalam waktu yang singkat. Jika, kita sebagai manusia tak henti-hentinya menjadikan Bissu sebagai kaum yang selalu dimarginalkan.

Bissu adalah salah satu elemen pluralisme dan wujud peradaban suku Bugis yang harus dilindungi bukan dieksploitasi, dengan cara mengedepankan rasa kemanusiaan dan toleransi. (*)

News Feed