English English Indonesian Indonesian
oleh

Goldman Sachs Peringatkan Risiko Keruntuhan Dolar AS, Sejumlah Negara Transaksi Pakai Mata Uang Lain

FAJAR, JAKARTA — Dominasi mata uang Dollar AS diprediksi segera berakhir. Perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika Serikat (AS), Goldman Sahcs memperingatkan bahwa Dolar AS menghadapi sejumlah risiko.

Dominasi global mata uang Negeri Paman Sam itu akan secara perlahan terkikis. Goldman Sahcs menyebut
Dolar AS akan menghadapi beberapa tantangan seperti yang dihadapi Pound Inggris pada awal tahun 1900 silam.

Mengutip Bussiness Insider. langkah AS dan sekutunya untuk membekukan bank sentral Rusia dari sebagian besar cadangan mata uang asingnya telah menimbulkan kekhawatiran. Negara-negara dapat mulai menjauh dari penggunaan dolar, karena kekhawatiran tentang kekuatan yang diberikan mata uang itu kepada AS.

Goldman Sahcs merilis hasil penelitiannya pada Kamis waktu setempat, pekan ini, yang menunjukkan tanda bahwa investor besar mengambil risiko terhadap dolar dengan serius.

Analis bank, termasukn, ekonom Cristina Tessari, mengataka dolar menghadapi sejumlah tantangan serupa dengan yang dihadapi oleh pound Inggris sebelum melemah. Pound pernah menjadi mata uang cadangan milik dunia. Dominasinya terkikis kemudian digantikan oleh dolar pada pertengahan abad ke-20.

Fakta juga menunjukkan bahwa pangsa perdagangan global Amerika Serikat yang lebih kecil dari dominasi Dolar AS dalam dunia pembayaran global. Peningkatan utang luar negeri serta masalah geopolitik seperti perang Rusia di Ukraina ikut berpengaruh.

Analis Goldman menyebut investor internasional menjadi semakin enggan untuk menahan pound Inggris setelah negara itu menanggung utang besar dalam Perang Dunia II. “Jika utang penerbit mata uang cadangan dibiarkan tumbuh relatif terhadap PDB, akhirnya orang asing mungkin enggan untuk menahan lebih banyak,” tulis analis Goldman.

News Feed